BASIS (Buletin Anak Syariah)

Hari Senin, 20 Februari 2012. Rapat Jurusan Syariah sore itu berlangsung alot. Informan Basis menceritakan pendingin ruang rapat Ketua STAIN Langsa tidak berhasil mengusir suasana panas akibat silang pendapat peserta rapat saat membahas masa depan ujian komperehensip. Beberapa dosen setuju ujian komperehensip tetap diadakan, sementara selebihnya mendukung  penghapusan kegiatan tersebut.

Wacana penghapusan ujian komperensip memang sudah mengemuka ke ruang publik ketika dua minggu sebelumnya Pembantu Ketua I STAIN Langsa, Drs. Basri Ibrahim MA dalam kesempatan rapat dosen mengatakan pada tahun anggaran 2012 terdapat beberapa item kegiatan akademik yang ditiadakan. Antara lain seperti kegiatan Ujian Komperehensip, Seminar Proposal, Bimbingan Skripsi dan Ujian Tengah Semester. Hal ini menyusul adanya perubahan kebijakan di lingkungan Kementerian Agama.

Merspon perubahan ini maka kampus pun memutuskan peniadaan ujian komperehensip, tetapi mempersilahkan masing-masing Jurusan untuk memikirkan pengganti kegiatan tersebut.

Di Jurusan Tarbiyah, rencana penghapusan ujian komperehensip sempat memantik kontroversi. Pimpinan Jurusan dan sebagian besar Ketua Prodi mendukung dilanjutkannya komprehensip sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian skripsi meski tanpa ada anggaran dari DIPA STAIN. Jurusan Dakwah secara resmi meniadakan ujian komprehensip. Kebijakan serupa  diberlakukan di Jurusan Syariah, meski sebelumnya sempat menjadi perdebatan hangat.

Sekretaris Jurusan Syariah, Ismail Fahmi Ar-Rauf MA ketika dikonfirmasi Tim Basis tidak menampik adanya perbedaan pandangan menyangkut penghilangan komperehensip. Tapi perbedaan tersebut selesai seiring dengan keputusan rapat yang menyepakati penghapusan ujian komperehensip. Para pimpinan Jurusan Syariah bersama Program Studi Muamalah dan Akhwal al-Syakhsiyyah menyepakati menggantinya dengan uji kempetensi membaca al-Qur’an pada semester akhir perkuliahan.

Uji kompetensi baca al-Quran menurut Fahmi dimaksudkan untuk memastikan setiap lulusan STAIN Langsa minimal memiliki kemampuan membaca al-Quran. Ini yang diharapkan membedakan alumni perguruan tinggi Islam seperti STAIN Langsa dengan perguruan tinggi umum.

Akan sangat mengherankan apabila misalnya alumni perguruan tinggi agama Islam seperti STAIN Langsa, ternyata tidak dapat membaca al-Quran. Karena itu, kelulusan uji kompetensi baca al-Quran merupakan prasyarat bagi seorang mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian munaqasah.

Fahmi menambahkan, bagi mahasiswa yang tidak lulus dalam uji kompetensi baca al-Quran, pihak kampus memberikan dua pilihan terhadap mahasiswa. Pilihan pertama adalah kampus memberikan fasilitas bimbingan membaca al-Qur’an tanpa ada pemungutan biaya.

Pilihan kedua mahasiswa mendapat kebebasan untuk mencari pembimbing sendiri di luar kampus untuk meningkatkan kompetensi baca al-Quran sehingga dia dinyatakan lulus dalam uji kompetensi yang dilaksanakan berikutnya.

Mayoritas mahasiswa yang dimintai tanggapan oleh Tim Basis mengatakan kebijakan penghapusan ujian komperehensif merupakan kabar menggembirakan karena meringankan mahasiswa dalam menyelesaikan tahapan perkuliahan.

Rusniah, mahasiswa akhwal Asy-Syakhsiyah semester VIII misalnya mengatakan dihapuskannya kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat dirinya menyelesaikan studi. Setidaknya karena dia tidak lagi direpotkan dengan persiapan ujian komperehensip. Hal senada disampaikan Lukman Hakim. Mahasiswa semester VIII ini berharap kebijakan ini dapat memicu mahasiswa menulis skripsi secara lebih berkualitas.

Tapi di pihak lain mereka juga merasa khawatir mengenai lulus atau tidaknya dalam uji kompetensi baca al-Quran. Sebab, sampai saat ini kampus belum menetapkan standar kompetensi baca al-Quran yang akan digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa. Tanpa standar yang baku, ujian kompetensi dapat membuka ruang bagi perlakuan tidak adil terhadap mahasiswa saat menentukan kelulusan. Bisa saja seorang dengan kemampuan sama salah satunya tidak lulus hanya karena pengujinya orang yang berbeda.

Perubahan Lainnya

Lain itu, semenjak semester genap tahun akademik 2011/2012 STAIN juga menghapus seminar proposal dalam arti kata seminar proposal tidak dilakukan seperti mana biasanya melainkan dilakukan sebagaimana perkuliahan biasa dengan proses relatif berbeda.

Menurut Fahmi, mekanisme pengajuan  proposal skripsi mulai semester genap ini hingga sampai waktu yang belum ditentukan akan dilakukan sebagaimana perkuliahan biasa. Terhadap proposal mahasiswa yang sudah masuk tapi belum diseminarkan, maka pihak jurusan akan menunjuk dua dosen untuk memverifikasi judul proposal yang diajukan mahasiswa. Tugas Tim Verifikator ini adalah menilai kelayakan judul proposal dan topik penelitian yang diajukan.

Apabila proposal yang tidak lulus verifikasi maka mahasiswa tersebut wajib mengajukan proposal baru dengan topik penelitian baru atau memperbaiki proposal lama sesuai arahan yang diberikan dosen yang memverifikasi. Setelah judul proposal dinyatakan layak menjadi judul skripsi maka selanjutnya pihak Jurusan menetapkan pimbimbing skripsi mahasiswa bersangkutan.  Lebih lanjut Fahmi mengatakan ada kecenderungan bahwa dosen yang ditunjuk sebagai tim verifikator judul proposal skripsi akan ditetapkan sebagai pembimbing mahasiswa bersangkutan, meski hal ini tidak otomatis demikian.

Perubahan lainnya adalah peniadaan ujian tengah semester yang berlangsung secara kolektif sebagaimana sebelumnya. Lain kata, dosen memiliki kewenangan untuk mengadakan atau tidak mengadakan ujian tengah semester sebagai acuan penilaian. Posisi ujian tengah semester di setarakan dengan quis atau tugas lain yang diberikan dosen  bersangkutan sebagai instrumen penilaian.

Muhammad Ansor, dosen pengampu mata Kuliah Metodologi Penelitian menilai  penghapusan komprehensif, seminar proposal dan peniadaan ujian semester yang diorganisir sebagaimana sebelumnya menandakan birokratisisi pendidikan sudah tidak zamannya lagi sehingga memang harus segera diakhiri.

Ansor menambahkan bahwa perubahan– kebijakan ini diharapkan memberikan efek positif terhadap mahasiswa. Bila dicermati secara teoritis perubahan ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk dapat menyelesaikan perkuliahan lebih cepat dibandingkan dengan peluang dalam sistem  sebelumnya. []

Laporan Mustafa,Trianto, Hendra, Khairul Husna, Alfian dan Ridwan



About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: